Senin, 19 Maret 2018

Rudiantara Sebut Jengkol Bisnis Menguntungkan, Ini Peluang UKM


TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa jengkol bisa menjadi potensi bisnis yang signifikan jika diolah dengan baik. Hal tersebut dia sampaikan pada acara MoU Lazada x BRI. Situs Judi Online

Rudiantara mengatakan bahwa jengkol tidak hanya digemari oleh masyarakat Indonesia saja, tapi juga luar negeri. Terutama di Thailand, Singapura, Malaysia dan Myanmar.

“Di Thailand, jengkol itu dijadikan saus fondue, ini sebetulnya peluang bagi kita, peluang bagi UKM, UMKM. Kita punya banyak produksi jengkol, saya tidak makan jengkol, tapi ini bisa jadi peluang bisnis yang sangat luas,” ungkap Rudiantara.

Dia menuturkan biasanya dalam penjualan jengkol bisa melalui rantai penjualan yang panjang. Dari petani ke distributor dan sebagainya.

Sedangkan di era digital ini jika orang mau cerdas melihat potensi bisnis yang besar pada jengkol ini, mereka tinggal mengolahnya menjadi makanan saji yang praktis seperti keripik jengkol dan mengemasnya dengan kemasan yang lebih modern lalu dijual secara online sehingga mudah untuk dijangkau semua orang dalam mempromosikannya.

“Jadi bisa menghilangkan intermediari-intermediari, harus dimanfaatkan itu,” kata Rudiantara. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Merintis Usaha Kuliner


Potensi kuliner Indonesia sangat banyak dan beragam. Banyaknya suku yang ada di Indonesia membuat negara ini kaya akan kuliner. Berbagai macam kuliner tanah air bukan hanya menyuguhkan rasa yang unik masing-masing daerah namun juga memiliki rasa yang enak. Potensi kuliner yang besar ini layak dijadikan sebuah peluang usaha kuliner untuk menambah penghasilan kita. Usaha kuliner ini selain menambah penghasilan kita juga dalam rangka melestarikan kekayaan kuliner yang ada di negara kita Indonesia.

Minggu, 18 Maret 2018

Jurus Bukalapak Perkuat Sinergi Bisnis Online


Liputan6.com, Pontianak - Bukalapak membentuk komunitas bagi para Pelapak. Komunitas tersebut untuk mewujudkan visi dan misi memajukan UKM di Indonesia. Situs Judi Online

Hal ini bertujuan sebagai upaya wadah berbagi ilmu ke sesama Pelapak dalam memajukan bisnis mereka.  Tentunya diharapkan dapat bergotong royong membangun ekonomi digital Indonesia.

Berdasarkan data Bukalapak, hingga saat ini anggota komunitas telah mencapai lebih dari 5.000 anggota yang tersebar di 80 kota di seluruh Indonesia.

Bukalapak bekerja sama dengan JNE akan menyelenggarakan kopi darat atau Kopdar Komunitas Bukalapak di Kota Pontianak.

Kopdar ini sebenarnya rutin dilakukan oleh Komunitas Bukalapak Pontianak setiap bulannya.  Tujuannya untuk memperkuat silaturahmi antar anggota komunitas dengan Bukalapak. Hal ini sebagai keuntungan untuk komunitas. Mereka bisa mendapatkan akses meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis melalui serangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh mereka.

Tema yang diusung dalam kopdar komunitas Bukalapak Pontianak ini adalah 'Bagaimana Meningkatkan Penghasilan dengan Mengoptimalkan Penjualan Online di Bukalapak.'

“Yang membuat kopdar kali ini terasa istimewa adalah kehadiran perwakilan dari JNE, agar para pelapak Bukalapak dapat memahami bahwa aspek pengemasan barang itu penting agar para pembeli dapat merasa puas dan barang juga terlindungi,” kata Head of Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri.

Dia berharap, Komunitas Bukalapak Pontianak dapat berkontribusi dalam hal pengembangan produk lokal di wilayah tersebut. Selain itu juga bisa diikuti oleh Komunitas Bukalapak di kota lainnya di Indonesia.

“Komunitas Bukalapak yang saat ini sudah tersebar di lebih dari 83 kota di seluruh Indonesia merupakan inisiatif dari para pelapak Bukalapak sendiri. Hingga saat ini jumlah pelapak Bukalapak telah mencapai lebih dari 2,2 juta pelapak," kata dia.

Di Komunitas Bukalapak, dia yakin  percaya dengan konsep gotong royong dan kolaborasi. Sebab, sukses sendirian itu biasa, sukses bersama-sama itu baru luar biasa.

"Rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam berkomunitas ini menjadi penting agar setiap orang berkesempatan menjadi pahlawan bangsa,” tutur dia.

Community Manager Bukalapak, Mega Tri Agustina, menjelaskan di Bukalapak itu ada berbagai zona. Di antaranya adalah regional satu, regional dua, dan tiga, regional satu ada tim di Jakarta.

“Sebenarnya kita komunitas Bukalapak itu sudah ada sejak 2016. Awal mulanya waktu itu kita ada roadshow, di 30 kota jadi waktu itu di tahun 2016 Bukalapak melakukan roadshow 30 kota, salah satu di kota di regional tiga ini adalah Pontianak. Waktu itu kita bentuk, acaranya dua hari,” kata Mega Tri Agustina.

Acara pertama diselenggarakan di sebuah kampus dan kedua  di mal.  Di mal ini untuk mengajak semua orang yang masih berjualan di offline untuk berjualan di online.

"Akhirnya kita kembangankan komunitas buka lapak dengan menwarkan untuk tidak menjadi istilahnya korlap, tanjer begitu sebutannya di komunitas Bukalapak,” kata Mega Tri Agustina.

Jika berbicara tentang Komunitas Bukalapak, saat ini Komunitas Bukalapak sudah lebih dari 83 komunitas di seluruh Indonesia. Cakupannya sudah ada di bagian barat, tengah dan juga timur. 83 komunitas ini tentunya dibantu oleh masing-masing lokal leader.

“Yang di mana leader ini yang kita sebut korlap, yang jumlahnya kurang lebih 150. Jadi amsing masing kota itu leadernya tidak hanya satu, tetapi tergantung dari jumlah anggotanya, selain itu tergantung keaktifan dari masing-masing anggotanya,” kata Mega Tri Agustina.

Mega bercerita, Buklapak pada saat itu mencoba blususkan bertemu dengan para pelapak yang awal mula Bukalapak berdiri yaitu lapak hobi. Pada saat itu awalnya jual sepeda.

“Mungkin teman- teman yang laki-laki di sini yang ingin mencari barang otomotif barang hobi, itu di Bukalapak pasti ada variasinya. Ada hobi bola, ataupun banding beli apa gratis apa begitu,” ujar Mega Tri Agustina.

Mega Tri Agustina berharap, dari  2013, 2014 hingga 2016 yang Komunitas Bukalapak hanya 30 kota sampai 2018 kota ini mencapai 83 komunitas. Memang-masing masing komunitas ini memiliki kegiatan yaitu sebutannya  kopdar alias kopi darat. “Makanya jaringan yang ingin kita jaga di sini adalah kekeluargaan antarsesama anggota Komunitas Bukalapak,” kata Mega Tri Agustina.

Pelapak Jawara, Siapa dia?



Salah satu Pelapak Jawara & Ranger Komunitas Banten, Hakiki, melakukan bedah lapak seperti tips dan trik dalam penulisan judul produk, bagaimana foto produk yang baik, dan sebagainya. Sehingga agenda kopdar kali ini sarat dengan praktik langsung oleh para peserta yang hadir.

"Dibilang banyak, enggak. Karena memang di luar sana jauh lebih banyak ada yang 30 ribu 50 ribu, jadi ini sebenarnya ini standar-standar saja,” kata Hakiki, berbagi cerita di hadapan Komunitas Bukalapak Pontianak.

Dia yakin, apa yang sudah dilakukan tetap akan memberikan dampak positif dalam berjualan online. Sebab, adanya ketekunan dan kejujuran juga menjadi kunci dalam hal bisnis daring ini.

"Nanti ke depannya yang akan saya sharingkan itu kalau merasa itu bagus silakan diambil, tapi kalau merasa mengerti hal itu yaudah biarkan saja. Saya dulu 2014 sudah semester akhir. Saya bingung mau nyari kerja di mana di Jakarta,” kata Hakiki – Pelapak di Bukalapak.

JNE Siap



Sementara itu, menurut Sales Corporate JNE Pontianak, Dery Prayogi, sebagai mitra Bukalapak dalam menyediakan jasa layanan pengiriman siap membantu Bukalapak dalam mewujudkan visinya untuk menjadi online marketplace nomor 1 di Indonesia. Caranya adalah melalui sejumlah layanan yang JNE miliki.

 "Diharapkan kegiatan bisnis online para pelapak dapat berjalan maksimal memenuhi kebutuhan pembelinya di mana pun mereka berada,” kata dia.

Dia menjelaskan, fungsi mendasar dari pengemasan adalah melindungi produk dari kerusakan-kerusakan. Pengemasan jenis-jenis barang tertentu juga tidak bisa sembarangan.

Selain itu, penulisan alamat pengirim dan penerima juga harus dilakukan secara tepat, sehingga produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Hal tersebut sangat penting agar para pengguna Bukalapak dapat dengan nyaman berbelanja di Bukalapak. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Untung Besar Budidaya Ikan Patin


Untung Besar Budidaya Ikan Patin

Peluang usaha datangnya dari mana saja. Asalkan kita mau melihat dengan jeli disekitar kita, peluang usaha pasti tersedia. Tinggal bagaimana langkah kita selanjutnya mengembangkan peluang usaha tersebut hingga menjadi sebuah usaha yang siap dirintis dari awal dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Sabtu, 17 Maret 2018

Begini Cara Perusahaan Jamu Bertahan di Tengah Persaingan


TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Dwi Ranny Pertiwi mengatakan saat ini minat konsumen terhadap konsumsi jamu masih tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya industri farmasi yang turut memproduksi jamu. Situs Judi Online

“Kalau jamu itu, prospeknya selalu ada pasarnya. Kalau tidak ada, kenapa industri farmasi harus produksi jamu? Artinya, peminat jamu memang banyak dan akan selalu ada. Yang penting, walaupun kondisi perekonomian lesu, orang tetap harus sehat. Pilihannya untuk meminimalkan dia sakit. Artinya, dia harus menjaga kesehatannya. Salah satunya dengan meminum jamu,” kata Dwi saat dihubungi Tempo.

Menurut Dwi, berbagai inovasi dilakukan pengusaha jamu untuk tetap mempertahankan produksinya hingga sekarang. Salah satunya beralih ke produksi modern. Tadinya, jamu diproduksi dalam bentuk serbuk. Seiring dengan berkembangnya teknologi, perusahaan jamu mengolah bahan yang ada dengan mengekstraknya, meski hal ini menambah biaya produksi mereka.

“Sekarang semuanya harus ekstrak, dan untuk proses ekstrak itu kan lumayan cost-nya bertambah ya. Karena dari yang tadinya bahan baku 10 kilogram, kalau untuk serbuk, katakanlah menjadi 5 kilogram. Kalau ekstrak kan jadi cuma 1 kilogram. Tapi ya itu berjalan, menjadi cara untuk memudahkan konsumennya,” tutur Dwi.

Selain itu, kini pemasaran jamu mulai merambah bisnis online. Menurut Dwi, saat ini konsumen, baik peminum ataupun penjual jamu, di pelosok daerah mulai berlatih menggunakan perangkat seluler canggih untuk proses order. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan jamu di sana yang akan mendaftarkan produk barunya, yang harus didaftarkan secara online. “Makanya anaknya-lah yang bantu. Sekarang aja untuk produk baru harus didaftarkan secara online. Harus dipaksa bisa,” ucap Dwi.

Menurut Dwi, bisnis pemasaran jamu secara online dapat menjadi peluang untuk dikembangkan di masa depan, mengingat perkembangannya yang cukup bagus. Meski demikian, penjualannya masih kalah bila dibandingkan dengan yang konvensional. Selain itu, pemasaran melalui online cukup memudahkan konsumen penjual jamu di perdesaan, karena sebelumnya mereka harus pergi kota untuk membeli produk jamu secara grosir.

“Jadi saya pantau beberapa toko, apotek, dan di pelosok, mereka bisa beli online. Dari mana saja, e-commerce, atau distributor yang menjual secara online. Tapi, untuk saat ini, tetap masih banyak yang menjual secara konvensional, ya,” katanya. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya


Jumat, 16 Maret 2018

Mencari Peluang Usaha yang Pas


Satu rintangan paling besar yang menghalangi seseorang melangkah kejalan usaha mandiri atau berwirausaha adalah, tidak tahu-menahu tentang ide usaha yang akan dilakukan. Kebanyakan dari kita bingung harus memilih usaha yang seperti apa sehingga usaha yang akan dijalankan bukan hanya sukses tapi juga digemari oleh masyarakat. Selain itu ketakutan akan kegagalan membuat kita juga susah menetapkan satu keputusan yang paling pas untuk memilih peluang usaha. Padahal sesungguhnya ide peluang usaha dapat kita temui dimana saja dan kapan saja.

4 Rahasia Sukses Meneruskan Bisnis Keluarga


TEMPO.CO, Jakarta - Makin banyak saja anak muda yang terjun ke dunia bisnis, termasuk perempuan. Tak sedikit dari mereka yang meneruskan bisnis keluarga dan biasanya sudah turun temurun. Namun tugas melanjutkan bisnis warisan tersebut jelas tidak mudah. Situs Judi Online

Tak ada yang ingin melihat bisnis yang telah susah-payah dibangun hancur begitu saja di tangan generasi penerus. Berikut ini empat hal penting yang harus diperhatikan saat menyiapkan pewaris bisnis keluarga.

Pertama, pendiri biasanya ingin melihat nilai-nilai dasar yang dibangun sejak awal bisa dilanjutkan. Keberlanjutan itu lebih sering disebut sebagai benang merah. Dengan demikian, benang merah nilai dasar ditransfer dari generasi ke generasi.

“Titik kritisnya adalah memindahkan nilai-nilai dasar antargenerasi. Nilai-nilai itu tidak harus sama di setiap generasi. Bisa saja berubah karena eranya sudah berubah. Dunia sudah berubah, apalagi saat ini digital semakin marak. Tapi, benang merahnya tetap sama,” kata Bernard Wijaya, Direktur PT Martha Tilaar yang juga pengamat dinamika generasi penerus bisnis perusahaan keluarga.

Yang banyak terjadi, lanjut dia, adalah generasi lama tidak mau kalau ada perubahan pada nilai-nilai dasar. Sementara itu, generasi baru tidak ingin mengambil pakem dari generasi lama karena itu sudah tidak berlaku. Generasi penerus seharusnya mempertahankan nilai dari perusahaan yang kuat dan menjadi filosofi.

“Tapi, generasi awal juga harus mau mengikhlaskan pola baru yang terbentuk sesuai dengan zamannya. Jangan justru saling menyalahkan. Harus ada estafet yang menyerahterimakan perusahaan di antargenerasi,” ujarnya.

Hal penting selanjutnya adalah keterbukaan alias menjaga komunikasi antargenerasi. Generasi penerus harus mau mendengarkan petuah generasi sebelumnya. Sementara, yang tua pun harus memahami cara berkomunikasi yang baik.

Yang ketiga adalah pengalaman yang sangat mahal harganya. Dalam bisnis, jatuh-bangun adalah hal biasa. Namun, justru pengalaman inilah yang harus ditransfer kepada generasi penerus agar mereka memahami betapa sulitnya mengawali bisnis keluarga, apa saja kekuatan perusahaan.

“Pendiri harus memberi kesempatan anaknya berkarier mulai dari bawah. Jadi, tidak langsung di posisi atas, walaupun memang bukan bawah sekali. Mungkin dari manajer junior, kemudian naik ke menengah, dan seterusnya. Dengan pola ini, ia akan mengenal perusahaan,” ucapnya.

Selanjutnya, menurut Bernard, adalah melakukan rotasi secara vertikal maupun horisontal. Dengan begitu, sang pewaris paham betul di mana minatnya. Generasi penerus juga harus diberi pekerjaan mulai dari hal  kecil sehingga mereka akan memahami cara memperlakukan anak buah.

“Dari kecil, nanti akan naik. Jadi, tanggung jawabnya bertahap. Ketika salah mengambil keputusan, masih di level dia, tidak sampai fatal ke perusahaan. Kelebihannya adalah di pengalaman,” tuturnya. BANDAR POKER ONLINE


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya