Senin, 22 Mei 2017

Mengapa Negara Tak Cetak Banyak Uang untuk Hapus Kemiskinan?

Tags

ada alasan kuat di baliknya loh guys!

Menurut penelitian Bank Dunia tahun 2015, sekitar 150 juta jiwa penduduk Indonesia hanya memiliki penghasilan Rp 330 ribu per bulan. Mungkin pernah terlintas di pikiran kamu guys, kenapa sih negara kita tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja untuk memberantas kemiskinan? Dan kenapa hal itu gak pernah dilakukan? Ternyata ada alasan kuat dibalik itu loh guys di antaranya:

Mengakibatkan inflasi


Intinya kita tidak bisa sembarangan mencetak uang sebanyak-banyaknya karena hal itu bisa mengakibatkan kenaikan harga barang dan penurunan nilai uang itu sendiri, atau biasa disebut sebagai inflasi. Dalam sebuah pasar banyaknya jumalah uang yang beredar dan jumlah barang yang diburuhkan haruslah seimbang. Jika pemerintah mencetak terlalu banyak uang, maka kita akan memiliki lebih banyak uang dan tentunya akan membuat kemampuan membeli semakin tinggi akibatnya jumlah barang yang kita ingin beli berkurang dan harganya pun ikut menyesuaikan. Hal itu tidak akan mengubah apapun kecuali menurunkan nilai uang itu sendiri sehingga semakin lama, nilainya semakin tidak berharga karena jumlahnya yang terlalu banyak.

Inflasi akan menimbulkan kekacauan ekonomi negara.


Faktanya, banyak negara pernah terkena inflasi parah akibat terlalu banyak mencetak uang, salah satunya adalah negara Jerman setelah kalah pada perang dunia pertama. Mereka harus membayar kerugian perang. Saking tidak berharganya uang disana di pakai untuk mainan, menyalakan apai kompor, sampai hiasan dingding di rumah. Selain itu Zimbabwe juga pernah mengalami inflasi yang sangat tinggi. Saking parahnya, harga sebuah telur bisa mencapai miliaran dolar Zimbabwe. Hungaria juga pernah mengalami hal yang sama setelah perang dunia kedua, dimana negara tersebut pernah memiliki kertas uang bernilai satu miliar triliun menjadikan inflasi terparah sepanjang sejarah.Domino QQ



EmoticonEmoticon