Minggu, 30 April 2017

Diah Darmawaty, Satu-Satunya Muslimah Palembang yang Jadi Perancang Interior Pesawat di Amerika

Perempuan yang dulunya dianggap anak bawang, sekarang sudah membawahi puluhan anak buah dari negara-negara besar

Siapa bilang Indonesia tidak memiliki insinyur ahli pesawat terbang selain Pak Habibie? Tahukah kamu bahwa ternyata negara kita memiliki banyak sekali orang-orang dengan keahlian luar biasa di bidang penerbangan yang telah banyak belajar dari mantan presiden Indonesia tersebut? Mungkin memang jarang sekali terdengar berita mengenai kehebatan mereka karena faktanya banyak insinyur tersebut yang bekerja di negara orang.


Salah satunya adalah sosok wanita berjilbab, Diah Darmawaty. Diah adalah salah satu perempuan asal Indonesia yang saat ini berkesempatan bekerja di perusahaan aeronautika besar di Amerika Serikat bernama Boeing Company.

Diah bertanggung jawab pada struktur interior pesawat boeing

Diah merupakan salah satu dari 30 warga negara Indonesia yang saat ini berkarir di Boeing Company. Kiprahnya di bidang aeronautika tentu bukan baru saja dia lakoni, melainkan sudah jauh semenjak 2004 wanita ini telah berkutat dengan seluk beluk pesawat di Amerika. Namun sebelum itu Diah juga sempat berkarir di Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN yang saat ini berubah nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia.

Perempuan asal Palembang ini sebenarnya memegang beberapa jabatan penting di Boeing Company, salah satunya adalah sebagai Aircraft Structural Analysis Engineer. Di sana ibu dari satu orang puteri ini bertanggung jawab atas struktur interior sebuah badan pesawat. Diah dan timnya harus benar-benar mengukur kesempurnaan bagian tersebut di setiap detailnya. Karena ada sedikit saja terjadi kesalahan, maka sebuah pesawat belum bisa diijinkan terbang. Bisa dibayangkan betapa pentingnya peran perempuan ini di tempatnya sekarang.

Diah menjadi satu-satunya muslimah yang bekerja di boeing atas rekomendasi sang mentor

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan bahwa sebelum memulai perjalanan hidup di boeing pada tahun 2004, perempuan ini sudah terlebih dahulu berkiprah di IPTN. Namun saat tahun 2004, perusahaan itu mengalami situasi sulit dan masih berusaha merangkak pasca krisis di tahun 1998. Inilah yang kemudian membuat lingkungan pekerjaan Diah menjadi tak lagi kondusif sampai akhirnya dia memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Selama beberapa bulan mencari kerja dan menetap di Bandung, tiba-tiba perempuan ini mendapat kejutan berupa email dari dari agen boeing berupa tawaran pekerjaan.

Di satu sisi perempuan ini merasa senang, namun di sisi lain dia tak yakin bahwa tawaran itu ditujukan pada dirinya mengingat keterampilan Diah di bidang aeronautika tidak sebaik rekan-rekan lainnya. Tapi setelah melakukan diskusi dengan sang suami, akhirnya Diah membalas email itu. Dan ternyata sang agen mendapatkan nama Diah dari warga Kanada yang dulu pernah menjadi mentornya. Walhasil, sangat beruntung perempuan ini karena tes yang dia ikuti berhasil dilewati dengan mulus dan mengantarkannya menuju Amerika. Ada sekitar 30 alumni IPTN yang bersamanya saat itu dan hanya ada dua perempuan. Dan Diah adalah satu-satunya muslimah yang berhasil bekerja di perusahaan raksasa ini.

Keahliannya di bidang industri pesawat terbang didapat secara otodidak

Sudah banyak proyek besar yang dia tangani selama kurang lebih 13 tahun bekerja di Boeing Company. Bahkan saat ini Diah memiliki 20 orang anak buah yang masing-masing berasal dari Amerika, Kanada, Rusia, India, dan lainnya. Dan siapa sangka bahwa perempuan ini adalah seorang lulusan teknik sipil Universitas Sriwijaya Palembang yang notabenenya tidak ada hubungannya dengan pesawat terbang.

Diah mengaku bahwa keahliannya saat ini semata-mata diperoleh dari IPTN saat masih mengabdi di sana. Selain itu, dia juga menambah pengetahuan secara otodidak dengan hanya mengandalkan buku bacaan. Dengan bantuan suami yang awalnya ikut menyediakan buku-buku mengenai aeronautika agar sang istri bisa mahir. Dan voila, buku-buku itu benar berhasil mengubah Diah sang sarjana teknik sipil menjadi ahli struktur interior pesawat. Meskipun awalnya banyak yang tidak percaya akan keahliannya dikarenakan Diah bukan seorang profesor maupun master, namun akhirnya hasillah yang berbicara sampai dia dipercaya.

Diah sangat mengagumi BJ Habibie dan selalu berpikir positif

BJ Habibie memang salah satu orang jenius yang dimiliki oleh Indonesia. Hampir semua orang di Indonesia mengakui itu dan menjadikannya sebagai sosok inspiratif. Pak Habibie tentunya juga sudah sangat banyak berperan dalam hidup ibu satu orang anak ini. Diah bercerita bahwa sebenarnya dia bukan tipe orang pemikir layaknya Habibie, namun didikan sang mantan presiden ketika dirinya masih di IPTN mampu membawa perempuan ini sampai di Amerika.

Diah yang mulai dengan masa percobaan di IPTN di tahun 1993 ini menuturkan bahwa bekerja di perusaah yang dipimpin Pak Habibie adalah sebuah kebanggan bagi insinyur Indonesia. Itulah yang sampai sekarang membuat Diah sangat merindukan Indonesia. Selama belajar di IPTN maupun Boeing, satu hal yang jadi kunci kesuksesannya yaitu untuk tidak takut menguasai masalah. Dia bercerita bahwa keterbukaan adalah hal penting. “Kalau nggak ngerti ya saya bilang dan meminta untuk diberi tahu dan meminta waktu untuk belajar agar bisa memberi hasil maksimal,” ujar Diah. Dan hasilnya, saat ini namanya sudah tak lagi dianggap remeh.
Sosok Diah Darmawaty menyadarkan kita bahwa kemauan adalah tolak ukur kesuksesan seseorang. Coba bayangkan bila ibu ini dulunya ogah mempelajari segala hal terkait dengan industri pesawat terbang karena latar belakangnya yang berbeda, mungkin sekarang dia tidak bisa berdiri di Amerika. Diah juga mengingatkan kita untuk tidak pernah berhenti belajar, karena ilmu pengetahuan bisa jadi modal pamungkas seseorang dalam meniti karir. Domino QQ