Minggu, 30 April 2017

Kisah Sukses Firdaus, dari Berprofesi Sebagai Kenek Angkot Jakarta Hingga Jadi Milyuner Inggris

Tags

Kenek angkot yang ‘untung-untungan’ bertaruh nasib di Inggris dan sekarang sangat sukses

Setiap orang di dunia ini pastinya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sukses. Asalkan mereka memiliki kemampuan yang ditunjang dengan kemauan untuk bekerja serta berusaha keras, pastilah kesuksesan akan mengikuti. Memang kita juga tidak bisa meramalkan kapan hal tersebut menghampiri kita, karena bisa sangat cepat atau bahkan lambat. Orang yang saat ini mungkin masih hidup berkekurangan, tidak menutup kemungkinan bahwa selanjutnya dia akan sukses.


Seperti halnya sosok Firdaus Ahmad, seorang pria Indonesia yang sekarang menjadi orang kaya di Inggris. Kalau kalian mengira Firdaus adalah seorang direktur perusahaan besar ataupun pejabat tanah air, kalian salah besar. Karena pria ini dulunya hanya berprofesi sebagi kondektur atau kenek angkot di Jakarta.

Firdaus adalah kenek angkot yang bertekad mengubah nasibnya

Kalian pasti sudah pernah mendengar kutipan ayat Al-Qur’an yang berbunyi “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka,” ( Ar Ra’d : 11). Seperti itulah mungkin jalan hidup pria yang dikenal dengan nama Daus ini. Firdaus Ahmad dulunya adalah seorang kenek angkot di Jakarta dengan jurusan Kampung Melayu – Bekasi.


Daus mengaku bahwa sehari-harinya dia hanya mendapat penghasilan yang pas-pasan untuk digunakan bertahan hidup. Sampai lama-kelamaan dia merasa sangat lelah dengan kehidupan yang dijalaninya dan memutuskan untuk hijrah. Tidak tanggung-tanggung, pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMA ini memilih Inggris sebagai tempat persinggahannya. Firdaus nekad pergi ke Inggris karena ada bantuan dari salah seorang saudaranya yang bekerja sebagai sopir Kedutaan Besar Indonesia di London.

Pria ini tidak mengerti Bahasa Inggris dan tak tau cara keluar dari bandara

Perjalanan hidupnya di Inggris pada tahun 1981 dimulai dari kisah Firdaus di bandara. Ketika mendarat di Bandar Udara Heathrow, lelaki ini hanya terdiam selama dua jam. Tentu saja dia mendapati hal yang sangat jauh berbeda di sana. Tidak ada lagi teriakan rekanan sopir menawarkan tumpangan maupun pedagang asongan yang berjaja. Rasa bingung tentu saja menjadi hal yang pertama kali dia rasakan di sana.


Belum lagi Firdaus juga ternyata tidak mengerti bagaimana cara untuk keluar dari bandara di mana tidak ada orang yang berbahasa Indonesia. Satu-satunya cara Firdaus adalah dengan mengikuti orang-orang yang membawa koper menuju sebuah pintu bertuliskan kata ‘exit’. Lelaki itu bercerita bahwa saat itulah dia baru mengetahui kalau arti kata ‘exit’ adalah keluar. Karena memang dia tidak sama sekali memahami bahasa asing.

Firdaus sering mengalami jatuh bangun di Inggris

Setelah selesai dengan segala hal terkait adaptasi, laki-laki berusia 55 tahun ini memulai karirnya sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran Indonesia di Inggris. Namun, malang tidak dapat dihindari karena belum lama Firdaus bekerja di sana, restoran tersebut harus bangkrut karena telah mengakali pajak. Tidak lama menganggur, pria ini kemudian diajak oleh seorang pengusaha asal Singapura untuk mendirikan tempat makan bernama Nusa Dua Restaurant dengan jabatan lebih tinggi yaitu sebagai chef atau koki.


Namun sepertinya saat itu bukan waktu yang tepat bagi Firdaus Ahmad meraih kesuksesan. Pasalnya setelah tiga tahun, Nusa Dua Restaurant terpaksa disita oleh pihak Royal Bank of Scotland (RBS) karena tidak sanggup melunasi cicilan modal. Dan tentu saja kejadian ini membuat sang mantan kenek angkot kembali menganggur dan memutar otak untuk menemukan cara terus bertahan hidup di negara orang.

Daus memutuskan melunasi cicilan pada RBS dan berhasil mengembangkan bisnisnya

Beruntunglah pria ini karena memiliki istri yang tak lelah mendampinginya. Usya Suharjono, istri Daus kemudian membantu sang suami untuk membujuk pihak bank agar mereka bisa kembali mengelola restoran. Jaminannya tentu saja mereka harus membayar cicilan sebesar Rp 17,2 juta per bulannya. Namun nasib memang sedang mujur, restoran Nusa Dua kembali dilirik pengunjung dan pasangan ini mampu mendapat untung mencapai Rp 140 juta di setiap minggunya.


Dengan jumlah keuntungan yang cukup besar tentu saja Firdaus akhirnya bisa melunasi hutang pada bank selama kurang lebih enam tahun. Setelah semua beban hutang mampu dilepaskan, pria ini mulai rajin menyisihkan keuntungan restoran untuk ditabung. Dan usaha memang tidak pernah menghianati hasil, karena berkat tabungan yang dia kumpulkan itu saat ini Firdaus berhasil menjadi salah satu milyuner di Inggris.

Daus sudah mampu membeli rumah dan mobil seharga milyaran

Firdaus Ahmad, sang mantan kenek angkot Kampung Melayu – Bekasi akhirnya mampu membeli rumah seluas 300 meter dengan harga Rp 5,2 milyar yang letaknya di dekat sekolah sang anak. Rumah yang juga berlokasi di salah satu kawasan elit itu memiliki sembilan kamar yang dikenal dengan nama Wisma Indonesia. Rumah tersebut biasanya juga disewakan pada wisatawan Indonesia dengan tarif Rp 335 ribu per malamnya.


Selain itu, bapak dari tiga orang anak ini juga sudah mampu mengganti angkotnya dengan tiga mobil Mercedes dengan harga sekitar Rp 1,4 milyar yang terparkir cantik di halaman rumah. Pria ini memang terbilang cukup sukses dengan segala pencapaiannya sekarang. Namun Firdaus mengaku tak pernah lupa dengan kampung halaman, itulah sebabnya dia sering sekali mudik menuju Jatiasih, Bekasi untuk bertemu dengan keluarganya di Indonesia.
Kisah hidup Firdaus Ahmad mungkin sudah membuat banyak dari kita yang merasa iri ya. Seorang kenek angkot yang bisa dibilang dengan ‘untung-untungan’ bertaruh nasib di Inggris dan sekarang bisa sesukses ini. Tapi perlu diingat bahwa sebelum menjadi milyuner seperti sekarang, pria ini butuh waktu selama kurang lebih 20 tahun jatuh bangun hanya untuk bertahan hidup di sana. Dan jika kalian saat ini sedang mengusahakan kesuksesan, tetaplah konsisten dan jangan pernah merasa lelah. Karena sekali lagi, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dan yang namanya kesuksesan itu hanya bisa diwujudkan oleh kerja keras kalian sendiri beserta campur tangan Tuhan. Domino QQ

Sumber