Minggu, 16 April 2017

Mau Jadi Bankir? Pahami Dulu 10 Hal Ini

Tags

Bekerja di bank memanglah tidak mudah. Hanya orang-orang hebat yang bisa bertahan, maka jadilah salah satu di antara mereka.


Dewasa ini, bekerja di bank menjadi impian nyaris semua lulusan muda. Dari mulai karena tawaran gaji, seragam rapi, teman-teman yang hebat, hingga kebanggan dari keluarga dekat.


Namun sejatinya bekerja di bank bukanlah hanya soal pergi rapi di pagi hari dan pulangnya tetap rapi seperti yang selalu dilihat orang. Ada jam-jam panjang yang harus dilalui di antara jam datang dan pulang itu. Jam-jam yang kadang gothic dan hanya kamu dan Tuhan yang tahu gimana rasanya.

Buat kamu yang sedang bekerja di bank atau pun sedang mencoba peruntungan dengan mencoba beberapa test penerimaan karyawan bank, sepuluh hal inilah yang harus kamu tahu sejak awal. Sepuluh hal yang akan membuatmu setuju bahwa mereka yang bertahan bekerja di bank memanglah bukan orang-orang sembarangan.

1. Kejujuran adalah segalanya.


Dari mulai tes penerimaan, menjalani masa kerja, sampai kemudian akhirnya pensiun atau resign, kejujuran adalah satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang karyawan bank. Perusahaan perbankan berdiri sedikit banyak berbasis dari kepercayaan nasabah kepada perusahaan, dan kamupun diterima berdasarkan kepercayaan perusahaan terhadap kamu. Maka lazim adanya jika kepercayaan itu kamu balas dengan kejujuran yang selalu kamu pegang teguh.

Saat tes penerimaan, kejujuran adalah hal pertama yang akan dilihat dari kamu untuk memastikan apakah kamu layak diterima atau tidak. Saat bekerja, kejujuran adalah sesuatu yang harus ada untuk memastikan kamu akan sanggup melewati masa kerjamu dengan aman. Saat pensiun atau pun terpaksa resign, kejujuran akan menjamin namamu tetap dikenal sebagai mantan pekerja yang baik.

Bagaimana pun, bekerja di bank akan memberimu akses pada harta dan aset orang lain. Maka kamu harus selalu berhati-hati dari godaan dan memastikan dirimu tetap jujur untuk menghindari hal-hal buruk yang akan merugikan orang lain, perusahaan, dan tentu saja dirimu sendiri.

2. Senantiasa berpenampilan rapi.


Sebagai perusahaan yang menjual jasa dan pelayanan publik, tentu wajar adanya jika bank menuntut semua karyawannya senantiasa berpakaian rapi dalam segala kondisi dan posisi. Terutama untuk mereka yang bekerja di baris depan sebagai frontliner yang merupakan ujung tombak pelayanan bank tersebut terhadap nasabah.

Sepanjang jam kerja, kamu harus selalu memastikan bahwa kamu berada dalam keadaan yang bersih dan rapi, pakaian kerja yang sesuai peraturan perusahaan, riasan dan dandanan yang sesuai standar perusahaan, plussenyum manis di wajahmu yang akan membuat nasabah tetap nyaman terhadap kamu.

Maka tidaklah mengherankan jika di mata orang-orang pegawai bank akan selalu dikenal sebagai seseorang yang rapi, cantik, bersih, dan layak dijadikan pasangan hidup dan calon menantu karena pandai megurus diri.

3. Jam kerja yang padat.


Bekerja di bank sama sekali tidak cocok untuk kamu yang tidak disiplin dan pemalas. Di bank, kamu bakal kena sanksi kalau telat datang atau tidak masuk kantor tanpa kabar. Kamu harus paham, bahwa dalam setiap kantor perbankan jumlah karyawan memang pas disesuaikan dengan jumlah formasi yang dibutuhkan. Jadi tidak ada yang akan menyelesaikan pekerjaanmu jika kamu malas-malasan.

Jam kerja di setiap kantor perbankan memanglah sangat padat. Masuk sebelum jam tujuh pagi dan pulangnya nyaris  malam hanya setelah kamu memastikan semua pekerjaanmu telah selesai dengan rapi. Jangan harap kamu bisa menyimpan beberapa pekerjaan dengan dalih akan diselesaikan besoknya, karena besok pun beragam kerjaan baru sudah akan menunggu kamu.

Belum lagi pada posisi-posisi akhir bulan, akhir tahun, atau waktu-waktu sensitif lainnya, kantor biasanya akan mengharuskan kamu untuk lembur di akhir pekan guna menyelesaikan pekerjaan yang memang harus diselesaikan sebelum waktu berpindah.

4. Risiko ganti rugi.


Bekerja di bank membutuhkan ketelitian dan kerapian ekstra besar, karena memang bekerja di bank tidak pernah lepas dari yang namanya resiko ganti rugi. Dari jabatan frontliner, petugas administrasi, satpam, penjaga malam, maupun pemasar dan semua jabatan di atasnya, semua harus dilakukan dengan ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi kalau kamu nggak mau terpaksa harus ganti rugi dengan nominal yang kadang bikin meringis.

Sebagai frontliner atau tepatnya teller, kamu harus teliti menghitung setiap rupiah yang masuk maupun keluar. Karena jika terdapat selisih antara jumlah fisik di kas kamu dan jumlah yang terhitung pada sistem, sesuai peraturan kamu diharuskan untuk mengganti selisihnya berapa pun nominalnya.

Sebagai customer service, kamu harus ekstra teliti dalam mengidentifikasi nasabah. Teliti dalam memastikan kamu memberikan rahasia nasabah dan akses pada asetnya hanya pada orangnya sendiri, teliti mengatur pemberkasan dan rapi menyimpan arsip, juga teliti membuat laporan bulanan. Karena sedikit kecerobohan saja mungkin akan membuat kamu terpaksa harus mengganti semua kerugian yang ditimbulkan.

5. Tetap waspada.


Bekerja di bank dengan jam kerja yang padat dan lama, otomatis akan membuatmu menjadi sangat akrab dengan teman-teman kantor yang selalui kamu jumpai tiap hari. Tapi itu bukan berarti kamu boleh ceroboh melepaskan kewaspadaanmu pada mereka yang kamu akrabi dan percaya.

Kamu tidak pernah tahu bagaimana niat seseorang di dalam hatinya atau apa yang sebenarnya dia pikirkan. Maka penting bagimu untuk memastikan bahwa kamu tetap bekerja sesuai aturan dan prosedur. Penting bagimu untuk menjaga semua segmen yang merupakan tanggung jawabmu dengan penuh ketelitian.

Tapi janganlah terlalu khawatir soal ini, karena biasanya setiap bank sudah menetapkan aturan dan prosedur untuk menjamin keamanan setiap karyawannya. Kamu hanya perlu bekerja berdasarkan peraturan dan prosedur tersebut. Misalnya peraturan untuk kerahasiaan pasword user masing-masing, tidak lupa mengunci lagi uang dan menyimpan kuncinya jika kamu teler, atau selalau memastikan kamu melengkapi semua kegiatanmu dengan register dan tanda tangan dari mereka yang terlibat. Kamu harus memastikan bahwa setiap perpindahan asset maupun uang yang kamu lakukan mencamtumkan nama dan tanda tangan mereka yang terlibat, dan juga memastikan setiap tanda tangan yang kamu torehkan kamu lakukan hanya setelah pengamatan dan pencermatan yang matang sesuai prosedur. 

6. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.


Sebagai rekan kerja kamu harus memastikan bahwa kamu adalah seorang rekan yang baik. Kamu harus memahami cara bergaul dan memperlakukan seseorang dengan cara yang beretika namun tidak berlebihan. Kamu harus mengerti posisimu dan memahami posisi orang lain. Kamu harus bersedia diperintah oleh seseorang yang jabatannya lebih tinggi dari kamu, dan memerintah dengan cara yang sopan kepada orang lain.

Hindari menjadi biang masalah atau biang gosip di kantor, hindari mencampuri urusan pribadi orang lain, hindari mengatakan hal-hal kasar kepada sesama teman dan pintar mengambil sikap yang tepat. 

Bagaimana pun kamu akan menghabiskan banyak waktumu dengan teman-teman kantor. Jadi kamu harus memastikan kamu bisa membuat dirimu nyaman di antara mereka, dan bisa membuat mereka nyaman di dekat kamu.

7. Bersedia ditempatkan di mana saja.


Inilah mungkin yang menjadi momok menakutkan untuk sebagian orang,  utamanya oleh mereka yang sudah berkeluarga atau mereka yang punya pertimbangan lain.
Bagaimana pun, sistem penempatan di bank adalah murni berdasarkan surat tugas dan pertimbangan asas manfaat bagi perusahaan bukan karena faktor kedekatan kamu kepada salah satu petingginya. Jika kemudian kamu mendapatkan tugas dalam lokasi yang jauh dari rumah, kamu tentu tahu resikonya berarti kamu harus berpisah dengan keluarga untuk sementara waktu, dan mungkin menjalani kehidupan sebagai anak kost dengan semua suka dan dukanya. Jangan lupa hal itu juga berarti pengeluaran tambahan untuk sewa kost, pengeluaran sehari-hari, dan biaya transportasi kamu untuk sesekali kembali ke rumah (meskipun untuk pengeluaran-pengeluaran ini, kantor perbankan biasanya menyediakan uang ganti rugi untuk karyawannya)
Ditempatkan jauh dari keluarga tentu saja bukan sesuatu yang mudah. 

8. Anggapan tentang pendapatan tinggi.


Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya salah. Bekerja di bank memang akan memberi kamu pemasukan finansial yang lebih tinggi dibanding kebanyakan perusahaan lain. Kamu akan mendapat gaji pokok yang tinggi, bonus dan tunjangan tahunan yang wah, asuransi dan jaminan kesehatan yang nggak main-main, juga hadiah-hadiah lain yang bisa kamu dapatkan dari perusahaan.

Namun, kamu harus tetap berhati-hati dalam mengelola dan mengatur keuangan kamu sendiri. Bagaimana pun, pengeluaran dan kebutuhanmu sebagai karyawan bank juga tidaklah sedikit. Dari mulai pakaian-pakaian yang harus selalu rapi dan modis, make-up dan perawatan tubuh yang tidak murah, sampai pengeluaran-pengeluara lain yang sifatnya tidak kalah penting.

Kamu tidak perlu terlalu mengikuti pandangan orang-orang yang bilang bahwa semua karyawan bank itu bergelimang harta. mengikuti pandangan ini akan menuntut kamu untuk selalu berpenampilan dan terlihat lebih wah di antara yang lain, dan ini akan berakibat buruk pada ketidakseimbangan finansialmu di kemudian hari. Bahkan mungkin juga akan membuat kamu teledor dan gegabah dalam mengatur keuangan.

Kamu harus tetap berpenampilan dan berperilaku seadanya sesuai kesanggupan mampu. Memang tidak ada salahnya memanjakan diri dan ingin membuat diri terlihat wah di mata orang-orang setelah kamu bekerja keras. Tapi kamu harus menyadari kesanggupan dan kemampuan finansial kamu sendiri untuk mampu menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran kamu. Lagipula tentu kamu paham bahwa mereka yang bekerja di bank memiliki jenjang karier dan waktu kerja yang berbeda antara satu sama lain, hal ini tentu akan menimbulkan besarnya pendapatan yang juga berbeda antara satu dan yang lain. Maka bijak bagimu tidak berusaha memaksakan diri dengan mereka yang sudah berjuang dan bekerja jauh di atasmu.

Lagipula tidak ada salahnya untuk tetap hidup sederhana dan menyimpan sebagian uangmu untuk keperluan lain yang lebih penting. Selain akan mengamankan finansial kamu, hal ini juga akan membuatmu lebih tenang dalam bekerja.  

9. Risiko cinta lokasi.


Bekerja setiap hari dengan jam kerja yang padat dan panjang, tentu akan membuat kamu lebih sering bertemu dan berinteraksi dengan rekan kerja yang sama dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Hal ini tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan benih cinta lokasi di antara kalian. Apalagi jika lawan jenis teman kerjamu itu adalah seseorang yang good looking (seperti lazimnya karyawan bank), jomblo, dan memiliki kepribadian yang baik.

Cinta memang tidaklah salah, dan jatuh cinta bukanlah juga seuatu yang buruk. Namun merupakan peraturan internasional perbankan bahwa suami dan istri tidak boleh bekerja dalam sebuah bank yang sama. Maka ketika cinta lokasi kamu itu memang akan kamu lanjutkan ke jenjang yang lebih serius, kamu dan pasangan harus mulai membahas siapa yang akan mengalah dan resign. Dan juga kemudian apa yang akan dilakukan setelah resign, mungkin mencari pekerjaan baru, membuka usaha, atau hanya fokus mengurus keluarga.

Jadi jika kamu memang kamu memiliki impian untuk karier panjang dan cemerlang di bank, berusahalah untuk tidak jatuh cinta dengan teman sesama karyawan.

10. Tugas utama melayani nasabah.


Di antara semua warna-warni dan suka duka yang kamu rasakan sebagai karyawan bank, kamu tidak boleh lupa bahwa tugas utamamu dipekerjakan dan dibayar oleh perusahaan adalah untuk melayani nasabah. Maka tidak ada alasan bagimu untuk tidak melayani nasabah dengan baik karena untuk inilah kamu dibayar dan diberikan fasilitas.

Di antara kejujuran yang harus kamu junjung tinggi, penampilan rapi yang harus kamu jaga, jam kerja padat yang kadang melelahkan, resiko ganti rugi yang mengancam, kewaspadaanmu yang tidak boleh lepas, lingkungan kerja yang berubah-ubah, dimana pun kamu ditugaskan, sulitnya mengatur keuangan sendiri, dan bagaimana pun berbunga-bunga dan bingungnya kamu ketika terlibat cinta lokasi dengan sesama karyawan, kamu harus tetap melayani nasabah dengan baik tanpa alasan apa pun.

Tidak ada namanya kamu bad mood atau kelelahan kemudian mengabaikan nasabah yang datang kepada kamu. Ingatlah bahwa sebagai karyawan bank, nasabah adalah raja yang setiap kepentingan dan kebutuhannya harus dipenuhi sesuai prosedur.

Nah, apakah kamu sudah siap untuk menjadi karyawan bank yang baik? Jika sudah siap, segera rampungkan berkasmu dan berjuangkan untuk setiap lowongan penerimaan bank yang ada. 

Dan buat kamu yang memang sudah bekerja di bank, gimana? Apa sepuluh hal di atas juga kamu rasakan? Ataukah kamu punya sesat untuk ditambahkan, silakan tulis pendapat kamu pada kolom komentar.

Semoga kita semua senantiasa biasa menjadi pekerja yang bertanggung jawab dan berdedikasi di mana pun kita bekerja. Domino QQ