Minggu, 12 Maret 2017

Inilah Orang-Orang Sukses di Dunia yang Ternyata Tidak Memiliki Gelar Sarjana

Tags

Tak sarjana, tapi bisa mengubah dunia.

Selama ini banyak anggapan yang kita dengar bahwa untuk meraih sukses seseorang harus memiliki gelar sarjana, kuliah di tempat bagus, kalau bisa di luar negeri bahkan hingga S2 dan S3. Kita dididik dan dibesarkan dalam lingkungan masyarakat yang masih ‘mendewakan’ pendidikan. Makanya, ketika kita dapat nilai jelek di sekolah meski masih kelas 1 SD, kita bakal diomelin, dimarahin. Karena orangtua kita takut kita nggak naik kelas atau nggak lulus, susah dapat kerja lalu jadi orang yang gagal. Seperti itulah kebanyakan pemikiran setiap orang.


Tapi sekarang saatnya kita mengubah pandangan itu. Bukannya pendidikan nggak penting lagi, hanya saja udah banyak orang yang jadi saksi hidup, bahwa kesuksesan nggak hanya tergantung dari bangku kuliah. Kamu bisa tetap sukses meski hanya lulus SMA atau bahkan nggak kuliah. Nggak percaya? Coba baca dulu kisah orang-orang sukses di dunia berikut ini.

Steven Spielberg


Namanya santer terdengar di dunia perfilman. Ya, kamu yang hobinya nonton pasti tau siapa Steven Spielberg. Dia adalah sutradara kenamaan jebolan Universal Studios. Orang yang ada di balik layar film-film seperti Jaws, Jurassic Park, danSchindler’s List. Siapa sangka dia ternyata nggak sampai lulus kuliah, udah di-DO. Gara-garanya ‘bakat’ dia terendus oleh Universal Studios. Dia lalu dikontrak selama 7 tahun. Padahal waktu itu dia masih kuliah di California State University. Kekayaannya kini mencapai Rp 46.8 triliun.

Mark Zuckerberg


Mark juga di-DO dari kuliahnya di Harvard University. Gara-gara dia terlalu asyik ngebangun facebook. Ya, rasanya semua orang yang kita kenal memiliki akun facebook. Sejak kecil Mark emang sudah jatuh cinta sama dunia teknologi. Dia suka membuat perangkat lunak dan permainan komputer. Hingga SMA dan kuliah bakatnya semakin terasah dan terciptalah facebook. Berkat facebook, Mark kini memiliki kekayaan yang mencapai angka Rp 452.4 triliun!

Ralph Lauren


Salah satu desainer terbesar di dunia fashion adalah Ralph Lauren. Kamu pun bisa menemukan produk-produknya di Indonesia. Sejak kecil dia ingin jadi milyuner dan waktu kuliah dia sudah bisa punya uang sendiri dengan jualan dasi. Awalnya, dia kuliah bisnis di Baruch College tapi dia keluar karena ingin jadi tentara. Tapi ternyata, dia juga belum menemukan passion-nya saat kuliah tentara. Dia keluar lagi dan kerja di perusahaan produsen dasi. Di sana pun ternyata tidak berjalan lancar. Desainnya tidak pernah diterima oleh perusahaan. Ralph pun keluar dan mendesain pakaian sendiri. Berdirilah Ralph Lauren Corporation dengan kekayaan yang dia miliki mencapai Rp 92.3 triliun.

Jack Dorsey


Kalau tadi ada pendiri facebook, sekarang adalah pendiri Twitter. Kisahnya hampir sama dengan Mark. Sejak kecil Jack senang dengan dunia komputer dan coding. Kabarnya di usia yang masih terbilang sangat muda dulu, Jack sudah menciptakansoftware yang banyak dipakai perusahaan taksi Amerika. Dia juga dikeluarkan dari kampus karena terlalu asyik membangun Twitter. Dia sempat kuliah 2 kali yang pertama di Missouri University of Science and Technology lalu pindah ke New York University. Dari Twitter, Jack meraup keuntungan sebesar Rp 32.5 triliun.

Bill Gates


Bill Gates tercatat sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya mencapai Rp 1.045,2 triliun. Bayangin kalau punya duit sebanyak itu, bisa menghidupi sampai sebelas turunan mungkin belum habis. Dialah pendiri Microsoft. Sejak muda memang dia tertarik dengan dunia programming. Lalu dia bertemu seorang murid bernama Paul Allen yang menjadi rekannya dalam mendirikan Microsoft. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk melakukan coding. Gates sempat kuliah di Harvard University tapi dia dikeluarkan begitu pula dengan Paul yang waktu itu kuliah di Washington State University. Gara-garanya tentu saja terlalu asyik mendirikan Microsoft.
Menarik ya kisah para pengusaha sukses di atas? Meski pendidikan bukan yang paling utama, tetap syukuri kalau kamu bisa sekolah hingga jenjang yang tinggi. Tapi jika tidak, kamu bisa buktikan dan terus ingat bahwa terkadang sikap serta kerja keraslah yang mampu mengubah keadaan kita. Jangan salahkan siapa pun jika keadaanmu tidak berubah tapi mulailah mengubah cara pandangmu terhadap diri sendiri. Domino QQ